-->
    |

Kadis Pendidikan Deli Serdang Bersikukuh , Wali Murid Tolak Relokasi SMPN 2 Galang Di Pisang Pala



Deli SerdangIfocuskejar.co.id

Rencana pemindahan kembali SMP Negeri 2 Galang ke Desa Pisang Pala memicu penolakan dari orang tua murid.

Kebijakan yang didorong Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang itu dinilai mengabaikan aspek keselamatan, akses, dan kondisi psikologis siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Deli Serdang Suparno, S.Sos., M.S.P. pada Kamis, 9 April 2026, meninjau lokasi rencana pembangunan gedung baru di Desa Pisang Pala Kecamatan Galang.

Lokasi yang dipilih merupakan bekas gedung sekolah dasar yang telah lama terbengkalai. Dalam kunjungan itu, Suparno menyatakan pembangunan akan direalisasikan tahun ini.

Pertemuan tersebut turut dihadiri kepala sekolah SMPN 2 Galang, Kepala Desa Pisang Pala, Kepala Desa Ujung Rambe, serta perwakilan orang tua murid yang tergabung dalam Aliansi. Namun forum yang semestinya menjadi ruang serap aspirasi itu justru mempertegas jarak antara kebijakan dan kebutuhan di lapangan.

Perwakilan orang tua murid, Aswan Afrika Irawan Thoemanggor, menyampaikan keberatan atas rencana tersebut. Ia menilai lokasi yang sama pernah digunakan saat relokasi sementara selama enam bulan pada tahun 2024, dan meninggalkan dampak psikologis bagi siswa.

“Anak-anak sudah pernah mengalami masa sulit di lokasi itu. Lingkungannya tidak mendukung, dan sampai sekarang masih membekas,” ujar Aswan.

Selain faktor psikologis, persoalan akses menjadi sorotan utama, Sekitar 80 persen orang tua murid disebut berdomisili di kawasan perkebunan dengan kondisi ekonomi terbatas. Jarak lokasi baru yang jauh dari jalan utama dan tidak dilalui angkutan umum dinilai akan memperberat beban keluarga.

“Banyak orang tua tidak punya kendaraan. Kalau dipindah ke sana, anak-anak akan kesulitan berangkat sekolah,” kata Aswan.

Kendati keberatan telah disampaikan, belum terlihat adanya sinyal perubahan kebijakan dari Dinas Pendidikan. Sikap ini memunculkan kesan bahwa keputusan pemindahan lebih didorong pertimbangan administratif ketimbang kebutuhan riil siswa.

Di sisi lain, kehadiran Kepala Desa Ujung Rambe dalam pertemuan juga menimbulkan tanda tanya. Sejumlah pihak mempertanyakan relevansi kehadirannya, mengingat secara zonasi wilayah tidak berkaitan langsung dengan lokasi pembangunan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari Dinas Pendidikan terkait alasan pemilihan lokasi maupun respons atas keberatan orang tua.

Polemik ini memperlihatkan persoalan klasik dalam tata kelola pendidikan Deli Serdang, keputusan yang diambil dari atas kerap tak berpijak pada realitas di bawah.(jack-tim)


Bersambung......

Komentar

Berita Terkini