![]() |
Kepala BGN di Tangkap TIM Penyidik Kejaksaan Agung 3/6/2026 |
Kejaksaan Agung resmi menahan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, beserta dua eks Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi tata kelola dan mark-up anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menelan dana ratusan triliun rupiah.
Duduk Perkara Korupsi di BGN
Program unggulan pemerintah yang seharusnya menjadi roda penggerak kesejahteraan dan gizi anak bangsa justru dijadikan bancakan oleh oknum pimpinannya. Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengungkapkan bahwa para tersangka secara melawan hukum melakukan intervensi dalam proses pengadaan barang dan jasa. Penyusunan anggaran tidak sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan, melainkan sarat dengan penggelembungan harga (mark-up) yang fantastis.
Berikut adalah rangkuman lengkap mengenai pusaran kasus yang menjerat para petinggi lembaga tersebut:
1. Rincian Pengadaan Barang yang Bermasalah
Tim penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung menemukan mark-up fantastis pada proyek pengadaan barang operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG):
- 21.801 Unit Motor Listrik: Menelan dana sekitar Rp1 triliun, diduga menjadi proyek fiktif di beberapa wilayah penugasan.
- 31.000 Unit Tablet Elektronik: Pembelian gadget operasional yang spesifikasinya diturunkan (downgrade) demi keuntungan pribadi.
- 5.400 Unit Smart TV 75 Inci: Pengadaan layar monitor edukasi gizi dengan harga yang digelembungkan hingga dua kali lipat dari harga pasar.
- 32.000 Pasang Sepatu: Pengadaan atribut dinas lapangan yang tidak sesuai standar spesifikasi kontrak kerja.
2. Modus Manipulasi Portal Mitra BGN
Tersangka Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung memanipulasi sistem digital pendaftaran mitra:
- Yayasan Bodong: Meloloskan puluhan yayasan milik kerabat dan kelompok sendiri untuk menjadi pengelola dapur gizi sekolah.
- Rekayasa Verifikasi: Mengubah status verifikasi kelayakan yayasan di portal internal BGN dari "tidak layak" menjadi "lolos seleksi".
- Bancakan Insentif Harian: Memotong dana insentif operasional masak-memasak yang seharusnya disalurkan utuh ke sekolah-sekolah mitra.
3. Profil Pimpinan Baru Pembenah BGN
Pasca-pencopotan massal oleh Presiden Prabowo Subianto, Nanik S. Deyang resmi ditunjuk sebagai Kepala BGN yang baru untuk membersihkan internal lembaga:
- Latar Belakang: Berpengalaman luas dalam bidang komunikasi publik dan pengawasan kebijakan strategis nasional.
- Misi Utama: Membekukan akun portal mitra yang terindikasi fiktif dan mengaudit ulang seluruh kontrak vendor pihak ketiga.
- Target Segera: Memastikan distribusi makanan bergizi gratis kepada jutaan anak sekolah tetap berjalan tanpa hambatan birokrasi.

